Rabu, 24 November 2010

Militer Korsel vs Korut: Mana Lebih Unggul?

TRIBUNNEWS.COM - Korea Utara (Korut) menyerang Korea Selatan (Korsel) bukan tanpa sebab. Penyerangan ini terkait dengan upaya Korut membicarakan kembali program nuklir dan memberikan bantuan.

Selama ini tak terlalu diketahui kekuatan militer Korea Utara. Namun,sejumlah pakar memprediksi negara itu memiliki senjata kimia pemusnah massal dan dan beratnya mencapai 4.500 ton per tahun. Laporan mengindikasikan Korut sedikitnya memiliki 12 fasilitas untuk mengembangkan bahan kimia yang merupakan bahan dasar pembuatan senjata. Pyongyang juga menempatkan sistem artileri termasuk sistem roket yang mampu mencapai Seoul dan juga wilayah yang tak masuk jangkauan militer Demilitarized Zone (DMZ).

Sementara Korea Selatan pertama kali tertarik mengembangkan teknologi nuklir di tahun 1950 namun tidak membangun fasilitas nuklirnya hingga 1970. Adanya perubahan keamanan internasional membuat Korsel segera mengembangkan program nuklir di awal 1970-an. Pada tahun 1991,Roh Tae Woo menyatakan Korsel tak akan mengembangkan senjata nuklir. Hanya saja, gagal meski dua Korea sudah menandatangani penghapusan nuklir di Semenanjung Korea. Kini, Seoul memiliki 18 reaktor nuklir dan dua lainnya masih dibangun.


Selasa, 23 November 2010

Kopassus Gelar Sertijab Para Komandan Satuan

 Senin, 15 Maret 2010 | 11:24 WIB
 
LEO SUNU
Danjen Kopassus Mayjen Lodewijk F Paulus (keempat dari kiri) didampingi sejumlah Komandan Satuan di jajaran Kopassus usai upacara sertijab di Makopassus, Cijantung, Senin (15/3/2010).
JAKARTA, KOMPAS.com - Komando Pasukan Khusus (Kopassus) menggelar upacara serah terima jabatan sejumlah Komandan Satuan, di Markas Komando Kopassus (Makopassus) Cijantung, Senin (15/3/2010). Hal ini dilakukan Kopassus dalam rangka pelaksanaan tour of duty dan tour of area di jajaran.
Bertindak sebagai Inspektur Upacara Komandan Jenderal (Danjen) Kopassus Mayjen Lodewijk F Paulus. Beberapa Komandan Satuan yang diserah terimakan jabatannya, yakni, Komandan Grup I, Komandan Grup II, Komandang Grup III, Komandan Satuan 81 Kopassus, dan Komandan Pusdikpassus.
Berikut sejumlah Komandan Satuan yang menempati posisi barunya:
Letkol Inf Rudiyanto menggantikan Kol Inf Hartomo sebagai Komandan Grup I, Kol Inf Benny Sulistiyono menggantikan Kol Inf Abdul Rochim Siregar sebagai Komandan Grup II, Kol Inf Handi Geniardi menggantikan Kol Inf HP Lubis sebagai Komandan Grup III, Kol Inf Santos Gunawan Matondang menggantikan Kol Inf Nugroho sebagai Komandan Satuan 81, dan Kol Inf MB Taufik menggantikan Kol Inf Purnawan Widiandaru sebagai Komandan Pusdikpassus.
Dalam amanat upacara, Danjen Kopassus Mayjen Lodewijk F Paulus mengatakan, proses serah terima jabatan merupakan hal yang wajar di lingkungan TNI sebagai bentuk kontinuitas pembinaan personel.
Ia juga menekankan kepada para prajurit Kopassus agar selalu berpedoman pada Sapta Marga, Sumpah Prajurit, dan Delapan Wajib TNI dalam melaksanakan tugasnya. "Agar reputasi Kopassus yang telah dicapai selama ini dapat terus dipertahankan dan ditingkatkan demi terwujudnya keamanan bangsa," tegasnya.
Usai upacara serah terima jabatan, jajaran Kopassus juga melakukan parade dan defile dari seluruh satuan Kopassus. Juga ada atraksi kemampuan tempur berupa terjun payung. Sebanyak 12 penerjun dari Kopassus meluncur dari helikopter menuju sasaran pendaratan di lapangan Makopassus dengan sukses.

Senin, 22 November 2010

Daftar Komandan Kopassus

Daftar Komandan Kopassus dari Waktu ke Waktu

Mayor Moch. Idjon Djanbi
(Rokus Bernadus Visser)1952-1954
Memimpin dari sejak masih bernama
Kesatuan Komando Tentara
Territorium III/Siliwangi (Kesko TT)
hingga berubah menjadi RPKAD

Mayor RE Djailani - 195-19??
Mayor Kaharuddin Nasution - 19??-19??

Mayor Mung Parhadimulyo - 1958-1964
Memimpin RPKAD hingga
menjadi Puspassus TNI-AD

Kolonel Sarwo Edhie Wibowo - 1964-1967

Brigadir Jenderal Widjoyo Suyono - 1967-19
Pada 1971 Puspassus TNI-AD
berubah menjadi Kopassandha

Brigadir Jenderal Witarmin - ? - ?
Brigadir Jenderal Yogie SM - Mei 1975-April 1983
Brigadir Jenderal Wismoyo Arismunandar - April 1983-Mei 1985

Brigadir Jenderal Sintong Panjaitan - Mei 1985-Agustus 1987
Reorganisasi Kopassandha ke Kopassus

Brigadir Jenderal Kuntara - Agustus 1988-Juli 1992
Brigadir Jenderal Tarub - Juli 1992-Juli 1993
Brigadir Jenderal Agum Gumelar - Juli 1994 -September 1995
Brigadir Jenderal Subagyo HS - September 1995- Desember 1995

Mayor Jenderal Prabowo Subianto - Desember 1995-Maret 1998
Agustus 1996 Brigadir Jenderal ke Mayor Jenderal

Mayor Jenderal Muchdi PR - Maret 1998-Mei 1998
Mayor Jenderal Syahrir MS - 1998-2000
Mayor Jenderal Amirul Isnaini  1 Juni 2000-2002
Mayor Jenderal Sriyanto - 2002-15 Februari 2005
Mayor Jenderal Syaiful Rizal - 15 Februari 2005-2006
Mayor Jenderal Rasyid Qurnuen Aquary - Agustus 2006-September 2007
Mayor Jenderal Soenarko - 4 September 2007- Juli 2008
Mayor Jenderal Pramono Edhie Wibowo1 July 2008 -